Langsung ke konten utama

Pada Purnama yang Menitipkan Harapan Mulia

Pelik Dalam Peluk



Suatu malam tiba-tiba terasa sangat sunyi. Gemericik air langit menjadi suara utama tatkala ada hati yang sedang menjerit, merintih tak berdaya akan peluk. 

Pada pelik yang semakin sakit hingga berujung sulit. Pada remuk yang kian membabi buta dalam peluk. Ada suatu keadaan di mana kesedihan adalah raja. Sedangkan kesenangan hanya budak belaka. 

Selaput bening menyelimuti pengelihatan. Pelupuk mata berkedip-kedip, berusaha menghilangkan sang selaput air yang tampaknya akan segera pecah. 

Ada jeritan dalam diam yang tidak pernah didengarkan oleh seseorang. Ada permintaan yang tidak bisa dijadikan kenyataan, sebab keterlanjuran yang tak bisa diundurkan. 

Selamat jalan ... 

Badan kekar itu kini hanya tinggal badan, nyawanya melayang, pergi meninggalkan rasa sakit yang belakangan ini jadi raja penyiksaan. Rahang kokohnya melemas, wajahnya tertidur pulas. Di saat semua mengatakan MERDEKA, aku malah merayakan pesta doa; berharap beliau tenang di sana. 

Pahlawan itu kini pensiun untuk selamanya. Menitipkan harapannya pada dunia; semoga dan selalu semoga semua baik-baik saja. 

Yang jiwanya patah merasakan lara tak bisa lagi menumpahkan air mata. Sudah banyak genangan kesedihan di rumah, tiada berguna. Hanya diam, duduk manis, lalu bermonolog, "tidak ada yang benar-benar bisa dirubah".

Kendaraan itu mulai berjalan menuju keabadian. Mengantar pahlawan purnama yang tertidur lelap dengan balutan kain putih bersihnya. 

Untuknya, pengganti cinta pertama. 

Doa-doa itu kini berangsur nyata. Harapan yang tertitip itu mulai tertatap realita. 

Semua baik-baik saja. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kalau Ada Dua Vektor Tegak Lurus, Hafalkan Ini!

Jika kamu anak MIPA, maka kamu tak akan asing dengan yang namanya vektor.  Bukan! Vektor yang dimaksud bukanlah gambar vektor yang kalau diperbesar bagaimana pun tidak akan menghasilkan kotak kecil-kecil. Beda server. Vektor dalam Matematika (dalam Fisika juga, sih) adalah besaran yang memiliki nilai dan arah. Vektor ini berbeda dengan skalar, yang mana jika skalar itu tidak memiliki arah.   Nah, kalau kamu sudah atau masih belajar tentang vektor, kemungkinan kamu akan menemukan soal semacam ini:  Sumber: PDF kiriman guru, hehe. Di blog ini, saya tidak sedang mengajarkan cara penyelesaian soal di atas, melainkan berfokus terhadap "salah satu proses" dari menyelesaikan soal di atas.  Proses pertama adalah menentukan apa yang; diketahui, ditanya, dan dijawab.  Proses kedua adalah menentukan nilai vektor p. Caranya dengan menggunakan dot product/scalar product. Ini persamaannya:  Kalau dalam konteks soal, maka: u.v= |u|.|v| ...

Saat Silsilah Keluarga Mempertemukannya dengan Adonan Biang

Pernahkah kamu berpikir, ketika kamu berada di pemakaman etnis Tionghoa, dan seseorang yang baru saja dikubur telah mewariskan adonan roti kepadamu? Judul: Madre Penulis: Dee Lestari Penerbit: Bentang Pustaka Terbit: 2015 Jenis: Novelet Jumlah halaman: v+46 hlm. *** Madre adalah fiksi ringan. Bercerita tentang Tansen Wuisan, lelaki 'bebas' yang diwarisi adonan roti oleh kakeknya, Tan Sie Gie. Silsilah keluarganya berubah drastis saat tahu bahwa neneknya menikah dengan etnis Tionghoa, bukan orang Tasikmalaya seperti yang ia ketahui.  Tansen dibawa ke sebuah alamat di Jakarta. Tempat itu adalah toko roti yang sudah tidak lagi beroperasi. Di sana, Tansen bertemu Pak Hadi, mantan pekerja kakeknya. Pak Hadi memperkenalkan Madre, adonan roti yang diperlakukan selayaknya anak sendiri.  Pak Hadi mengajarkan Tansen bagaimana 'merawat' Madre. Baru sehari, Tansen sudah keheranan dengan hidupnya yang aneh ini. Untuk mencurahkan perasaannya, Tansen menulis di blog. Sebua...

Rutinitas Harian sebagai Konsistensi Terhadap Diri Sendiri

What is your daily routine?   Selama menjalani hidup bertahun-tahun, manusia tidak akan jauh dari yang namanya rutinitas. Rutinitas setiap orang bergantung dengan kebutuhan mereka masing-masing. Seseorang yang memiliki rutinitas—baik disengaja maupun tak disengaja—akan mendatangkan dampak dan menunjukkan bagaimana kepribadiannya kepada khalayak umum.  Sebagai contoh, seseorang yang rutin membaca dan menulis setiap harinya akan dianggap lebih cerdas ketimbang mereka yang setiap harinya bermain game. Anggapan dari khalayak sekitar ini dapat berpengaruh terhadap kehidupan seseorang kedepannya. Mereka yang rutin menulis dan rajin mempublikasikannya akan lebih mudah direkrut sebagai tenaga tulis ketimbang mereka yang rutin bermain game.  Berikut keuntungan dari rutinitas mengutip dari  sehatq.com  : 1. Membuat hari jadi produktif Mengawali hari dengan rutinitas adalah cara untuk mewujudkan hari yang produktif. Bedakan produktif dengan sibuk karena kerap d...